top of page

Climate History

Environmentalism

              Tahun ke tahun panas bumi meningkat cukup signifikan, kenaikan temperature Bumi ini diakibatkan oleh gas emisi atau CO2 yang makin bertambah, efek gas rumah kaca, dan aktifitas manusi sehari – hari. Pada awal tahun 1896 para ilmuwan berkesperimen bahwa manusia juga mengeluarkan gas CO2 dan beranggapan bahwa dengan membakar bahan bakar fosil dapat meningkatkan temperature bumi. Hipotesis ini dibuktikan pada tahun 1957 ketika para peneliti mengambil sample atmosfir dari atas gunung di Hawaii. Dari hasil penulusuran ini menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi karbon dioksida (CO2) dari gas efek rumah kaca.

 

Gas Efek Rumah Kaca

                Pada tahun 1820-an ahli Matematika dan Fisika asal Perancis telah menemukan usulan bahwa energi yang masuk ke bumi seperti sinar matahari, ternyata tidak kembali keluar atmosfer dan tetap berada di dalam atmosfer bumi, sehingga membuat bumi hangat seperti efek rumah kaca. Pada tahun 1860-an ilmuwan dari Irlandia John Tyndall, membuat test di laboratorium bahwa gas  batu bara mengeluarkan metana, CO2, dan volatile hydrocarbon. Gas – gas tersebut dapat menyerap sinar matahari dan mengikat sehingga meningkatkan suhu temperatur bumi.

1970-an Temperatur Bumi Menurun

                Beberapa fakta menunjukkan bahwa pada tahun 1940 – 1970 temperatur bumi menurun dikarenakan asap bom setelah perang dunia ke II berkahir. Asap dari bom tersebut menghalangi sinar matahari masuk sehingga membuat temperatur bumi turun drastis, disebut sebagai “Another Ice Age ?“ oleh Time Magazine tahun 1974.

1988 Iklim Global Semakin Menghangat

                Awal tahun 1980-an para ilmuwan sudah memprediksi bahwa cuaca di bumi makin naik, tetapi pada saat itu belum banyak bukti yang didapatkan oleh mereka. Sejak 1957 mereka mengumpulkan bukti dari BMKG (klimatologi) dan bukti gambar dari satelit yang menunjukkan 70% permukaan planet tertutup oleh laut. Data – data tersebut menunjukkan bahwa perubahan iklim benar terjadi dan tahun 1988 merupakan tahun terpanas dari seratus tahun terakhir. Ilmuwan NASA James Hansen juga memberikan pernyataan bahwa “99% yakin global warming telah menyerang bumi“. Satu tahun setelahnya dibentuklah IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) yang dibuat oleh United Nations.

1997 Protokol Kyoto

                Pada Earth Summit tahun 1997, 160 negara telah merumuskan perjanjian yang disebut dengan Tokyo Protokol. Perjanjian ini berisikan bahwa 38 negara industri yang memegang persentasi paling besar dalam melepaskan emisi untuk memotong pengeluaran gas tersebut menjadi 5% dibawah pengeluaran emisi tahun 1990. Pengurangan emisi ini harus dicapai paling lambat tahun 2012, akan tetapi pada tahun 2001, Presiden Amerika George W. Bush mengumukan bahwa perjanjian pengurangan karbon dioksida (CO2) tersebut memakan biaya yang sangat besar, sehingga mempengaruhi perekonomian Amerika Serikat. Karena masalah ini Amerika tidak mau menandatangani perjanjian ini. Di tahun 2004 Presiden Rusia Vladimir Putin mengesahkan Protokol Kyoto ini yang akhirnya membuat 141 negara lain menandatangni pula perjanjian ini, yang mewakili 61% dari seluruh emisi.

2001 IPCC

Di tahun 2001, IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) mengeluarkan laporan bahwa suhu udara global telah meningkat 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. Pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktivitas manusia yang menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. IPCC memprediksi peningkatan suhu rata-rata global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100. Selain peningkatan suhu, IPCC juga memprediksi kenaikan level air laut akan naik sebesar 11 dan 38 inci (28 sampai 98 centimeter) di tahun 2011, dikarenakan banyak gletser di kutub mencair.

2015 Accord de Paris (Paris Agreement)

Perubahan iklim sudah menjadi global emergency yang membutuhkan kerjasama internasional dan solusi terkoordinasi di semua aspek. COP21 diselenggarakan pada 12 December 2015 di Paris, menetapkan persetujuan jangka panjang dengan yang berisi tentang :

  • Menahan laju peningkatan temperatur global hingga di bawah 2 derajat celcius dari angka sebelum masa Revolusi Industri, dan mencapai upaya dalam membatasi perubahan temperatur hingga setidaknya 1.5 derajat Celcius, karena memahami bahwa pembatasan ini akan secara signifikan mengurangi risiko dan dampak dari perubahan iklim.

  • Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi terhadap dampak dari perubahan iklim, meningkatkan ketahanan iklim, dan melaksanakan pembangunan yang bersifat rendah emisi gas rumah kaca tanpa mengancam produksi pangan.

  • Membuat suplai finansial yang konsisten demi tercapainya pembangunan yang bersifat rendah emisi gas rumah kaca dan tahan terhadap perubahan iklim.

Pada 4 November 2016 sebanyak 192 negara menandatangani perjanjian ini dan setuju untuk berkomitmen melakukan perjanjian yang diberikan untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim.

 

2021 Tahun Terpanas Selama 7 Tahun Terakhir

                Saat pertemuan COP26 diselenggarakan di Glasgow, Skotlandia pihak World Meteorological Organization menerbitkan Climite Report untuk tahun 2021, yang menyatakan bahwa tahun 2021 temperatur naik sebesar 1.09⁰C dan menjadi tahun terpanas selama 5 – 7 tahun terkahir. Terjadi kenaikan air laut  sebear 4,4 mm per tahun antara 2013 dan 2021, tidak seperti di periode antara 1993 dan 2002 yang meningkat 2,1 mm per tahun. Bukti ini menunjukkan bahwa permukaan air laut meningkat dua kali lipat di antara periode tersebut yang disebabkan oleh mencairnya lapisan es dan gletser.

"COP26 harus menjadi titik balik bagi manusia dan planet ini," kata Gutierrez. “Ilmuwan memahami fakta dengan jelas. Sekarang para pemimpin harus sama jelas dalam tindakan mereka. Pintu terbuka; solusinya ada di sana. COP26 harus menjadi titik balik. Kita harus bertindak sekarang — dengan ambisi dan solidaritas — untuk melindungi negara kita. masa depan dan menyelamatkan umat manusia."

​​

Source :

1. Pemanasan Global

2. History of Climate Change

3. Paris Agreement

4. State of Climate 2021 Extreme Events and Major Impacts

5. WMO Report

Global Average Temperature 2020 chart
Global Mean Sea Level Diagram 2021
Join our mailing list. Never miss an update

Thanks for submitting!

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon

© 2020 Proudly created with Wix.com

bottom of page