Terpilih Menjadi 100 #UKMJuWAra 3 UMKM Ini Memakai Bahan Ramah Lingkungan Untuk Karyanya
- Deisha Putri
- 4 Des 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 Des 2021
Karya - karya inovasi anak negeri yang ramah lingkungan

Indonesia merupakan negara dengan pengusaha mikro, kecil, dan menengah terbanyak. Terdapat 64 juta unit UMKM aktif yang telah berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia. Semenjak Covid-19 merebak seluruh bisnis tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM terkena dampak yang sama dan membutuhkan adaptasi terhadap penurunan pemasukan.
Semangat pengusaha lokal Indonesia tidak pernah padam dan akan selalu melakukan apapun yang mereka bisa untuk meningkatkan usahanya kembali dari situasi yang tidak pasti ini. Dari mulai mengikuti pelatihan ā pelatihan sampai membuat inovasi ā inovasi yang dapat membantu meningkatkan pemasukan mereka kembali. Membuat pemerintah membuat pelatihan UMKM Go-Digital, untuk memudahkan para pelaku UMKM dapat beradapatasi dan berkembang di era digital seperti sekarang.
Program #UKMJuWAra dibuat untuk merangkul 100 UMKM dari berbagai kategori seluruh wilayah di Indonesia. Program ini lahir dari kerjasama UKM Indonesia, WhatsApp, dan Kementrian Perdagangan, dengan menggunakan pendekatan Conversation Commerce (C-Commerece) yang dimaksudkan untuk mempermudah konsumen berinteraksi, melihat, dan memilih semua produk yang ada di katalog digital #UKMJuWAra yang dapat langsung dipesan melalui chat WhatsApp Business penjual. Tidak hanya melalui chat tetapi konsumen juga dapat mengunjungi social media UMKM terpilih, sehingga meningkatkan rasa kepercayaan dan aman.
Program ini tidak hanya membantu 100 UMKM terpilih untuk menjual karyanya di kanal #UKMJuWAra tapi membantu juga dalam hal perbaikan desain produk (termasuk kemasan), strategi penentuan harga, promosi, dan sampai perluasan akses atau kanal penjualan (distribusi). Sehingga dapat membantu exposure produk ā produk UKM unggul untuk maju dan berkembang.
Terdapat 6 kategori produk yang di tonjolkan dalam program #UKMJuWAra ini, yaitu makanan berat dan bumbu, minuman dan madu, camilan dan kue, pakaian, aksesoris, dan kerajinan. Di kanal ini juga semua UMKM unggulan sudah sesuai dengan kategorinya masing ā masing, oleh karena itu konsumen bisa dengan mudah mencari produk ā produk yang mereka incar.
Dari semua UMKM unggul terdapat beberapa UMKM yang memakai bahan ramah lingkungan dalam pembuatan karyanya. Semua karya ā karyanya ini dibuat secara handmade atau buatan tangan. Citramata, Alas foto Jogja, dan Double Eight Craft merupakan salah tiga dari 100 UMKM yang menggunakan bahan ramah lingkungan.
1. Citramata (@citramata.id)

Citramata merupakan kerajinan kayu asal Bantul, Yogyakarta yang didirikan oleh Hasan Agus Wiratomo. Pemenang Juara Innovating Jogja 2019 dan Finalis Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 ini memfokuskan dalam membuat ornament boneka kayu untuk oleh ā oleh atau hadiah. Terdapat berbagai macam pilihan produk mulai dari Boneka single, boneka couple, frame boneka single, frame boneka double yang bisa kalian beli dengan harga mulai dari Rp.85.000-240.000. Semua boneka ini dibuat, dibentuk, serta dicat sesuai dengan karakter pilihan kalian menggunakan tangan. Bahan yang digunakan pun merupakan sisa ā sisa potongan kecil dari industri kayu yang dimanfaatkan, sehingga limbah kayu yang ada di industri bubut kayu Jogja terpakai dan tidak terbuang. Citramata tidak hanya membuat boneka kayu yang cantik tapi mereka juga memikirkan pemanfaatan bahan baku yang ada di sekitar, sehingga mengurangi dampak perubahan iklim ke lingkungan.
2. Alas Foto Jogja (@alasfotojogja)

Seperti namanya Alas foto Jogja merupakan perusahaan yang menyediakan alas foto dan properti foto dalam bentuk kerajinan kayu yang didirikan oleh Putri Sigar Nur Azzizah. Perusahaan yang sudah go-international ini menyediakan berbagai produk seperti piring, sumpit, talenan, nampan, dan mangkok, mereka juga menerima produk customized sesuai dengan permintaan konsumen. Produk ā produk yang ditawarkan sangat terjangkau harganya mulai dari Rp10,000 sampai dengan Rp150,000 yang membuat perusahaan asal Sleman, Yogyakarta ini memiliki costumer hingga luar negeri. Tidak hanya terjangkau, bahan baku yang digunakan pun memakai bahan kayu dan bamboo pilihan yang berkualitas.
3. Double Eight Craft (@doubleeightcraft)

Kerajinan kain perca yang didirikan oleh Lyna Windiarti ini berasal dari Pedurungan, Semarang. Double Eight Craft menggunakan kain perca atau potongan kain dengan tekhnik sewing dan quilting, yang menggabungkan potongan ā potongan kain hingga membentuk suatu pola. Produk ā produk mereka seperti Bed Cover, Table Runner, Cushion Pillow, Cover Sofa, Wall Hanging, Coaster, Placemat, dan Souvenir seperti Pouch, Totebag, dan Goodie Bag dibuat secara handmade. Produk yang mereka buatpun limited āone design one pieceā yang membuat konsumen merasa special, karena mempunyai produk satu ā satunya. Double Eight Craft juga membantu mengurangi sampah kain dengan memanfaatkan kain perca sebagai produk home dĆ©cor, dengan me-recycle dan upcycle kain tersebut menjadi barang baru dengan harga yang beragam yaitu antara Rp100,000 sampai Rp3,500,000.
Komentar