top of page

Memilih Sedotan Reusable Untuk Mengurangi Emisi

  • Gambar penulis: Deisha Putri
    Deisha Putri
  • 14 Nov 2021
  • 2 menit membaca

Sadotan stainless, bambu dan juga kaca menjadi pilihan untuk mengurangi sampah tapi berapa emisi karbon yang dikeluarkan saat pembuatannya.


ree

Saat ini sedotan reusable atau yang dapat dipakai ulang menjadi pilihan semua masyarakat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh negara. Sedotan reusable ini membantu mengurangi sampah plastik yang mencemari lingkungan khusunya lautan. Seperti kita tahu sedotan plastik sangat berbahaya bagi hewan laut, karena mereka tidak bisa membedakan makanan dan plastik.

Walaupun sedotan reusable ini dapat mengurangi sampah plastik, tapi apakah kalian tahu berapa emisi karbon yang mereka keluarkan saat pembuatan. Ada tiga jenis sedotan reusable yang berada dipasaran, yaitu stainless straw, bamboo straw, dan glass straw (sedotan kaca).

Sebuah Universitas di Amerika, Humbodlt State University, melakukan riset kepada 3 jenis sedotan ini, mereka meriset emisi karbon (CO2) yang dikeluarkan, limbah setelah penggunaan, dan energi yang dibutuhkan saat produksi.

  1. Stainless Straw (Sedotan Stainless)

Seperti yang kita tahu stainless straw merupakan pioner atau sedotan yang pertama kali dipasarkan. Ternyata untuk membuat sedotan ini menggunakan kurang lebih 2420 KJ energi, melepaskan 217 gram CO2 per sedotan, dan 3% sedotan dibuang setelah 5 tahun pemakaian atau setara dengan 102 kali.


2. Bamboo Straw (Sedotan Bambu)

Sedotan yang terbuat dari bambu ini menjadi primadona kedua setelah sedotan stainless. Dibandingkan dengan sedotan stainless, ternyata sedotan bambu hanya menggunakan kurang lebih 754 KJ energi, melepaskan 38,8 gram CO2 per 100 sedotan, dan 25% dibuang atau dikomposkan setelah pemakaian 5 tahun atau setara dengan 32 kali pemakaian.


3. Glass Straw (Sedotan Kaca)

Sedotan kaca mungkin tidak terlalu populer seperti 2 sedotan lainnya, tapi sedotan ini juga dapat direkomendasikan menjadi pilihan reusable straw, jika Anda suka sedotan yang transparan. Sedotan yang terbuat dari kaca ini menghasilkan kurang lebih 1074 KJ energi, melepaskan 65,2 gram CO2 per sedotan, dan dapat dipakai hingga 45 kali setelah pemakaian 5 tahun.


Walaupun ketiga sedotan tersebut menjadi alternatif untuk mengurangi sampah plastik, tetapi hanya sedotan bambu yang dapat dikompos.

Komentar


Join our mailing list. Never miss an update

Thanks for submitting!

  • White Facebook Icon
  • White Instagram Icon
  • White YouTube Icon

© 2020 Proudly created with Wix.com

bottom of page