Gelombang Panas Capai 40°C Akibat Perubahan Iklim
- Deisha Putri
- 30 Jul 2022
- 1 menit membaca
Gelombang panas yang terjadi beberapa minggu ini menjadi pembicaraan dunia. Di beberapa negara suhu mencapai 40°C-49,6°C dan mengakibatkan kebakaran hutan di Perancis, penundaan penerbangan di London, dan telah menelan hingga 1000 korban jiwa di Spanyol dan Portugal. Fenomena ini disebabkan oleh tekanan udara yang ditarik dari atmosfer kemudian dikompresi, sehingga menyebabkan peningkatan suhu, jika pola tekanan udara ini terus berlanjut, semakin panas pula suhu di area tersebut. Terjadinya perubahan iklim membuat heat wave (gelombang panas) akan terasa lebih lama tidak seperti musim panas sebelumnya.
Tidak hanya di Eropa, gelombang panas juga terjadi di beberapa negara Asia, seperti Jepang, China, dan India yang membuat pemerintah negara tersebut memberi peringatan dan evakuasi kepada warga untuk tetap di dalam rumah. Di Indonesia sendiri gelombang panas tetap harus diwaspadai, walaupun suhu panas masih dikatakan normal, tetapi panas terik pada siang hari tetap bisa menyebabkan beberapa masalah medis seperti heat stroke (sengatan panas), ruam pada kulit, mual, sakit kepala, kram panas, kelelahan, keringat berlebih, hipertemia, hingga kematian.
Suhu panas tahun ini telah memecahkan rekor terpanas selama 10 tahun terakhir. Perubahan iklim akan terus berlangsung jika kita tidak mengurangi emisi gas rumah kaca dan memulai menanam kembali hutan yang telah ditebang dan terbakar. Dikutip dari axios.com, Ilmuwan iklim NASA Kate Marvel mengatakan “Gelombang panas ekstrem ini merupakan salah satu model perubahan iklim, jika suhu bumi naik 1,2°C dan tidak ada acara untuk menghentikannya, maka dipastikan perubahan iklim akan bertambah buruk.”
Komentar