Cuaca Tidak Menentu di 2022? Ini Penjelasannya.
- Deisha Putri
- 24 Jun 2022
- 1 menit membaca

Ngerasa enggak sih beberapa bulan terakhir ini cuaca kadang-kadang hujan, kadang-kadang panas menyengat. Tidak hanya di Jakarta saja tapi hal ini juga dirasakan di seluruh wilayah Indonesia. Tidak bisa dipungkiri jika perubahan iklim sudah membuat cuaca menjadi tidak menentu.
Dikutip dari Tempo.com bahwa hal ini sudah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan adanya bencana hidrometeorologi pada tahun 2022. Bencana hidrometeolorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi seperti banjir, kekeringan, badai, dan longsor. Di Indonesia, frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi termasuk tinggi dan menyebabkan kerugian yang signifikan bagi pemerintah dan masyarakat. Penyebab utamanya adalah kerusakan lingkungan yang masif akibat penurunan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan frekuensi dan intensitas bencana di Indonesia terus meningkat selama 15 tahun terakhir.
Tidak hanya curah hujan yang tinggi tetapi suhu tahun 2022 juga akan jauh lebih tinggi dibanding rata-rata normalnya (sebesar 26,6 °C) sekitar 0,4 derajat celcius dari yang kita rasakan saat ini. Karena semakin kita mendekat ke kenaikan 2 derajat celcius, semakin sering potensi bencana terjadi di sekitar kita.
Dengan mengurangi efek gas rumah kaca ke atmosfer kita juga dapat mengurangi terjadinya bencana ini di masa depan. Jika kita gagal, bencana ini akan terus berlanjut dan berdampak tidak hanya bagi masyarakat tapi juga lingkungan.
Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk tidak mengeksploitasi sumber daya alam dan lebih memikirkan hidup berkelanjutan dan ekonomi berkelanjutan yang bermanfaat bagi semua di planet ini.
Source: Tempo.com
Komentar